Bagikan:

YOGYAKARTA - Setiap kendaraan bermotor tentunya mempunyai spesifikasi mesin atau cc yang menentukan performa mesin. Namun, tahukah Anda bagaimana cara menghitung cc bermotor khususnya untuk kendaraan roda dua? Informasi tentang cc kendaraan sudah tentu disematkan pada setiap kendaraan. Namun, masih banyak orang yang tidak memahami apa itu cc, dan bagaimana cara menghitungnya.

Istilah cc besar dan cc kecil sering digunakan dalam dunia otomotif. Jika cc motor semakin besar, tenaga yang dihasilkan akan lebih tinggi. Pada umumnya, motor dengan cc besar dapat melesat cepat atau bisa jalan di tanjakan yang curam.

Sebagai contoh, motor dengan cc 150 tentu mempunyai muntahan tenaga yang berbeda dengan motor 250 cc. Angka pada keterangan cc pun mengategorikan jenis motor, apakah itu cc besar atau kecil.

Istilah cc diambil dari centimeter kubik yang mendeskripsikan ukuran volume ruang bakar pada mesin. Setiap kendaraan sering kali dilengkapi dengan ruang bakar yang bentuknya tabung dan dapat dihitung menggunakan rumus tabung.

Untuk urusan penghitungan cc pada motor, ada banyak sekali rumus yang digunakan. Setiap cara dapat dipilih sesuai dengan kemampuan. Di bawah ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan:

Cara Menghitung CC Motor

Cara menghitung cc motor dapat dilakukan dengan menghitung kapasitas mesin. Dengan rumus ini pengguna akan memahami berapa volume saat piston bergerak ke atas, dari TMB ke TMA dan disebut juga volume langkah.

Rumus yang umunya digunakan oleh teknisi mesin motor yaitu 0,785 X (DXD) X L. D adalah diameter piston dan L adalah panjang langkah.

Metode hitungnya yaitu jika spesifikasi dari motor mempunyai panjang langkah 62,2 mm dengan diameter piston 63,5 mm, maka perhitungannya 0,785 X (63,5 X 63,5) X 32,2. Hasilnya adalah 196,88 yang jika dibulatkan menjadi 200 cc.

Cara hitung dengan volume tabung

Cara menghitung cc motor berikutnya yaitu dengan menggunakan rumus volume tabung. Hal itu karena bentuk ruang bakar pada motor berbentuk tabung, sehingga rumus ini bisa digunakan.

Rumusnya adalah phi x (rXr) x T selanjutnya hasilnya dibagi 1.000.phi adalah 3,14 dan r merupakan jari-jari dari diameter dan t adalah tinggi pukulan.

Sebagai contoh, saat kendaraan mempunyai piston yang borenya 58 mm, adapun strokenya adalah 58,7 mm. Dari informasi tersebut maka r adalah 29mm dari 58m.

Cara menghitungnya yaitu 3,14 X (29 X 29) X 58,7. Maka hasilnya adalah 155.090 yang selanjutnya dibagi 1.000 menjadi 155 cc, seperti dilansir dari situs Suzuki.

Cara hitung mesin dua silinder

Kedua, langkah penghitungan di atas dapat digunakan untuk menghitung mesin satu silinder. Namun sebagian mesin motor ada yang sudah dimodifikasi menjadi dua bahkan empat silinder.

Mesin yang memiliki silinder lebih dari satu, tentunya memiliki penghitungan yang sedikit berbeda, bisa tetap menggunakan salah satu dari dua rumus tersebut. Khusus untuk mesin berkonfigurasi dua silinder, maka rumusnya menjadi phi x (rXr) x T x (2 silinder).

Bagi Anda yang mempunyai motor dengan empat silinder, maka rumusnya menjadi phi x (rXr) x t x (4 silinder). Jika menghitung dengan rumus ini Anda dapat mengetahui berapa besaran volume ruang bakar setelah dilakukan modifikasi.

Demikianlah ulasan tentang cara menghitung CC motor. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.