YOGYAKARTA – Tongue-tie merupakan kelainan lidah pada bayi yang membuat si kecil kesulitan menyusu, dan gangguan berbicara pada masa kanak-kanak. Lantas, apa ciri-ciri tongue-tie pada bayi? Simak informasinya dalam artikel berikut ini.
Dikutip dari AI-Care, tongue-tie, juga dikenal sebagai ankyloglossia adalah kelainan pada lidah akibat pendeknya frenulum, yakni jaringan penghubung antara lidah dan dasar mulut. Nah, frenulum yang pendek bisa membatasi pergerakan lidah.
Tongue-tie umumnya ditemukan pada bayi baru lahir dan anak-anak. Meski kendati demikian, tidak menutup kemungkinan kondisi ini baru terdeteksi ketika penderita sudah beranjak dewasa.
Tongue tie termasuk dalam kategori kelainan konginental, yakni kondisi yang sudah dimiliki sejak lahir. Kondisi ini terkadang tidak menimbulkan gejala. Jika tidak bergejala atau tidak menimbulkan masalah kesehatan pada bayi, tongue-tie biasanya tidak perlu dikhawatirkan.
Ciri-Ciri Tongue-tie pada Bayi
Masih dari AI-Care, bayi dengan tongue-tie dapat menunjukkan gejala ringan hingga berat. Dalam beberapa kasus, tongue-tie cukup ringan sehingga gejalanya tidak menganggu tumbuh kembang si kecil. Sebagian lagi menunjukkan gejala yang berat yang ditandai kondisi lidah benar-benar menyatu dengan dasar mulut.
Pada bayi, ciri-ciri tongue-tie yang dapat dikenali meliputi:
- Kesulitan menempelkan mulut saat menyusu
- Cepat lelah saat menyusu
- Membutuhkan waktu yang lama untuk menyusu
- Kelaparan terus-menerus
- Kesulitan menambah berat badan
- Terdengar bunyi “klik” saat anak sedang menyusu
Jika bayi minum susu dari botol, gejala tongue-tie yang mungkin terlihat, yakni:
- Bayi menelan banyak udara
- Bayi cepat lelah saat minum susu
- Terdapat susu yang menetes dan bocor dari sekitar mulut saat minum susu dari kempeng atau dot.
Pada anak kecil, gejala tongue-tie yang mungkin timbul, yakni:
- Tampak kulit tipis atau tebal yang bisa dilihat di bawah lidahnya
- Tidak bisa menjulurkan lidah melewati bibir saat mulutnya terbuka
- Tidak bisa mengangkat lidah ke langit-langit mulut
- Mengalami kesulitan menggerakkan lidah dari sisi ke sisi
- Ujung lidah berbentuk V atau berbentuk seperti hati
- Ujung lidah yang rata atau persegi
- Gangguan bicara
- Kesulitan menelan
- Kesulitan menjilati es krim
- Kesulitan memainkan alat musik tiup
Ibu menyusui juga mungkin menunjukkan gejala yang berkaitan dengan tongue-tie, seperti:
- Puting pecah-pecah
- Puting susu tampak terjepit atau berkerut saat bayi melepaskan mulut dari payudara
- Putting terasa nyeri saat menyusui
- Pasikan ASI tidak mencukupi
- Saluran tersumbat atau mastitis (infeksi payudara).
Penyebab Tongue-tie pada Bayi
Tongue tie masuk dalam kategori kelainan kongenital, yakni kondisi yang sudah dimiliki sejak lahir. Sampai saat ini, masih belum diketahui penyebab tongue-tie yang pasti. akan tetapi, kondisi ini diduga berhubungan erat dengan faktor genetik. Sebab, beberapa bayi yang menderita tongue-tie umumnya memiliki orang tua dengan kondisi serupa.
Pada kondisi normal, lidah dan dasar mulut menyatu ketika janin tumbuh di dalam rahim. Seiring dengan berkembangnya janin, lidah akan terpisah dari dasar mulut. Pada akhirnya, hanya tersisa sebuah jaringan tipis, yang disebut frenulum menghubungkan bagian bawah lidah ke dasar mulut.
Lebih lanjut, ketika bayi tumbuh dan berkembang, frenulum umumnya akan menipis dan menyusut, sehingga memungkinkan pergerakan lidah yang bebas.
Pada anak yang menderita tongue-tie, frenulum tetap tebal, tidak surut, sehingga penderitanya kesulitan untuk menggerakkan lidah secara bebas.
Demikian informasi tentang ciri-ciri tongue-tie pada bayi. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.