JAKARTA - Arus balik Lebaran 2025 di Gerbang Tol Cikampek Utama terpantau semakin padat. Kepadatan kendaraan terjadi dari arah barat (Jakarta-Cikampek) menuju wilayah timur atau Trans Jawa.
Volume lalu lintas di Gerbang Tol Cikampek Utama mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan data sistem monitoring, Selasa 1 April, tercatat total 52.469 kendaraan melintas di gardu masuk arah Palimanan, sementara 22.560 kendaraan keluar menuju Jakarta.
Pada shift pertama, jumlah kendaraan yang masuk mencapai 26.214, sedangkan yang keluar sebanyak 7.652. Peningkatan terbesar berasal dari Jakarta-Cikampek (2.456), Cipali (2.050), Palikanci (1.259), Pejagan-Pemalang (806), dan Semarang-Batang (1.081).
Pada shift kedua, volume kendaraan yang masuk tercatat sebanyak 24.343 dan yang keluar 13.221, dengan distribusi asal perjalanan terbesar dari Jakarta-Cikampek (3.283), Cipali (3.575), Palikanci (2.025), Pejagan-Pemalang (1.888), dan Semarang-Batang (2.450). Sedangkan pada shift ketiga, tercatat 1.912 kendaraan masuk dan 1.687 kendaraan keluar.
Jika dibandingkan dengan Senin (31/3/2025), maka terjadi lonjakan signifikan. Pada hari sebelumnya, jumlah kendaraan yang masuk pada shift pertama hanya 21.352 dan yang keluar 3.815, lalu meningkat pada shift kedua dengan 29.090 kendaraan masuk dan 8.336 kendaraan keluar, serta pada shift ketiga dengan 23.446 kendaraan masuk dan 6.041 kendaraan keluar.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat sebanyak 726.565 kendaraan menuju wilayah timur Trans Jawa melalui Gerbang Tol Cikampek Utama selama periode mudik dari H-10 hingga Hari Raya Idulfitri 1446 H.
Angka ini naik 139,08% dibandingkan lalu lintas normal yang hanya 303.906 kendaraan. Sementara itu, jumlah kendaraan dari wilayah timur Trans Jawa yang kembali melalui Gerbang Tol Cikampek Utama tercatat sebanyak 198.211 kendaraan, turun 34,60% dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 303.075 kendaraan pada arus balik Lebaran.
“Sedangkan untuk kendaraan dari wilayah timur Trans Jawa sebanyak 198.211 kendaraan melalui GT Cikampek Utama atau turun 34,60 persen apabila dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 303.075 kendaraan,” ujar Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT Ria Marlinda Paallo
Berdasarkan data Jasa Marga, hingga H+2 Lebaran, sekitar 1,7 juta kendaraan atau sekitar 81% dari total 2,1 juta kendaraan yang diperkirakan melakukan perjalanan mudik telah kembali.
Pemudik yang melintas di jalur Jakarta-Cikampek diimbau untuk berhati-hati, terutama bagi yang menggunakan contraflow dari Km 47 hingga Km 70. Pengguna jalan diminta mematuhi aturan lalu lintas, termasuk batas kecepatan maksimum yang ditetapkan di kisaran 40 km/jam.
BACA JUGA:
Untuk mengantisipasi kepadatan arus balik Lebaran, pada 3 April akan diberlakukan sistem one way lokal dari Km 188 hingga Km 70. Kebijakan ini akan dilanjutkan dengan one way skala nasional pada 6 April, dengan skema one way dari Km 414 Gerbang Tol Kalikangkung menuju Km 70 Gerbang Tol Cikampek Utama.
Selain sistem one way, pihak Jasa Marga juga akan memberlakukan sistem contraflow jika jumlah kendaraan yang melintas mencapai 8.500 unit per jam pada arus balik Lebaran.