JAKARTA - Rusia mengebom kota Kharkiv di timur laut Ukraina untuk malam kedua berturut-turut. Serangan Rusia melukai dua orang, memicu kebakaran, dan merusak taman kanak-kanak serta rumah-rumah pribadi.
Serangan terhadap Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, berlangsung hampir sepanjang malam dan menghantam distrik terbesar dan tertua di kota itu, kata Wali Kota Ihor Terekhov.
"Ledakan keenam di Kharkiv," kata Terekhov lewat aplikasi pesan Telegram dilansir Reuters, Senin, 31 Maret.
Tidak jelas apa yang menjadi sasaran serangan yang terjadi seminggu setelah gencatan senjata parsial yang ditengahi AS atas serangan terhadap infrastruktur energi dan Laut Hitam. Kedua belah pihak saling menuduh melanggar moratorium.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Minggu mengatakan Moskow menembakkan lebih dari 1.000 drone dalam seminggu terakhir dan menyerukan respons dari AS dan sekutu lainnya.
Sementara Rusia mengatakan drone Ukraina menyerang fasilitas energi pekan lalu.
Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022 dan telah melancarkan perang berdarah dan brutal selama tiga tahun.
Kedua belah pihak membantah telah menargetkan warga sipil, dengan mengatakan serangan mereka ditujukan untuk menghancurkan infrastruktur satu sama lain yang penting bagi upaya perang.
Selama akhir pekan, serangan pesawat nirawak Rusia di Kharkiv menewaskan dua orang dan melukai 35 orang, kata pejabat Ukraina.
Oleh Sinehubov, gubernur wilayah Kharkiv, mengatakan pada Senin, serangan pada malam hari itu menyusul serangan rudal pada hari Minggu malam di kota Kupiansk yang menyebabkan tiga orang terluka dan menghancurkan lebih dari 10 rumah dan sebuah pemakaman setempat.
Kupiansk, di sebelah timur Kharkiv, direbut oleh Rusia pada awal invasi ke Ukraina dan direbut kembali oleh pasukan Ukraina akhir tahun itu. Sekarang, kota itu berada di bawah tekanan baru Rusia yang intens.